16 Faktor Kegagalan Dalam Membangun Usaha | MPHVenturescorp
Faktor Kegagalan Dalam Membangun Usaha
Faktor Kegagalan Dalam Membangun Usaha

16 Faktor Kegagalan Dalam Membangun Usaha

Hallo Sahabat MPH, diantara kita pasti banyak yang ingin mencoba memulai dan membangun usaha untuk masa depan. Tetapi kenyataannya banyak yang gagal atau berhenti di tengah jalan. Entah berhenti karena gagal, tidak memahami ilmunya atau mudah menyerah.

Padahal kegagalan dalam membangun sebuah bisnis adalah hal biasa. Anda bisa saja mengalaminya banyak kegagalan sebelum sukses membangun sebuah bisnis. Tetapi, akan selalu ada banyak hikmah yang bisa Anda petik dari setiap kegagalan. Pertanyaannya adalah, apakah Anda bisa menghindari faktor-faktor yang bisa menggagalkan bisnis Anda?

Brusaha mengenali dan menganalisa penyebab para wirausaha mengalami kegagalan sejak awal akan menjadi suatu keuntungan bagi Anda. Karena Anda jadi bisa menyusun rencana untuk mengantisipasi kegagalan tersebut. Meskipun kegagalan itu tetap akan dating, tetapi paling tidak Anda sudah lebih siap dan tahu bagaimana harus bertindak.

Faktor Kegagalan Dalam Membangun Usaha
Faktor Kegagalan Dalam Membangun Usaha

Baca juga : Tips Sukses Bisnis Kuliner Rumahan

 

Ada 16 faktor penyebab kegagalan usaha yang umumnya dialami pelaku usaha, antara lain :

1. Kurang Pengalaman Manajerial

Mungkin banyak orang di luar sana yang mengira bahwa jadi wirausahawan itu enak. Karena mereka belum menyadari bahwa sebenarnya mengelola usaha itu cukup sulit. Begitu banyak wirausahawan yang saat terbentur masalah, mereka tidak tahu harus bagaimana karena kurangnya pengalaman manajerial.

Faktanya bahwa mengelola usaha adalah sama seperti perjalanan menimba ilmu. Jika Anda memilki kesempatan, ikutilah beragam webinar dan workshop seputar manajemen usaha yang cocok dengan bisnis Anda. Lalu jangan ragu untuk mengaplikasikannya, karena trial and error itu biasa.

 

2. Tidak Terlatih Menyusun Perencanaan Keuangan

Sebagian besar pengusaha berpikir bahwa modal yang mereka miliki saat ini akan mencukupi untuk tahun-tahun pertama usaha. Faktanya adalah bisa saja modal tersebut habis sebelum waktunya.

Perencanaan keuangan yang  salah dan berantakan bisa membawa bisnis Anda pada kerugian. Lebih teliti lagi untuk pemakaian modal, sebisa mungkin diatur secara cermat. Sehingga modal yang ada bisa terus berputar untuk menghidupi usaha Anda dikemudian hari.

 

3. Tidak Mengikuti Tren Terkini & Berinovasi 

Saat meluncurkan produk pertama di pasaran dan produk Anda terbilang cukup sukses diterima konsumen. Maka Anda bisa saja lupa bahwa tren pasar akan terus berubah-ubah. Dan jika Anda tidak cepat beradaptasi dan melakukan inovasi produk, maka Anda akan menghadapi risiko kehilangan pasar.

✅ RECOMMENDED:  Bisnis Kelici Hias yang Menjanjikan, Modal Awal 2jutaan

Inovasi produk sangat penting terhadap perkembangan usaha Anda. Tanpa Inovasi produk maka pasar akan menjadi jenuh dan beralih ke produk lain. Sebisa mungkin sisihkan budget modal untuk pengembangan produk usaha Anda.

 

4. Menjual Produk yang Tidak Dibutuhkan Konsumen

Banyak orang yang memulai bisnis dan berjualan tetapi lupa akan satu hal fundamental. Hal Fundamental ini sangat bisa di bilang paling penting karena hidup matinya bisnis Anda tergantung pada hal ini. Hal yang paling penting pada saat Anda memulai bisnis adalah Anda harus menjual produk yang di butukan oleh konsumen. Faktanya jika Anda menjual produk yang jarang di cari konsumen, maka Anda akan menhadapi resiko produk terjual dalam waktu lama. Artinya perputaran modal akan menjadi lama.

Anda bisa menjual produk yang memang dicari konsumen atau Anda menciptakan sebuah kebutuhan baru bagi konsumen sehingga mereka melirik produk yang Anda pasarkan.

 

5. Tidak Punya Visi dan Misi 

Jangan lupa untuk menentukan visi dan misi bisnis yang ingin dicapai supaya Anda tidak salah dalam melangkah. Karena dengan adanya Visi dan Misi, maka apapun keputusan bisnis yang dibuat maka semua akan tetap dalam koridor visi misi tersebut.

 

6. Modal Usaha Relatif Minim

Jika Anda memulai usaha online shop dengan sistem dropship, Anda pikir bahwa hal tersebut bisa di lakukan “tanpa modal”. Padahal untuk memulai Online Shop pun butuh hp dan paket kuota kan?

Membangun usaha kecil dengan modal minim memang relative berat. Tetapi ini  adalah merupakan tantangan bagi Anda untuk tetap bisa berkreasi membuat produk. Dari situ Anda bisa menyisihkan sedikit keuntungan dan mengumpulkannya pelan-pelan untuk tambahan modal.

 

7. Takut Mengambil Risiko

Menjalankan dan mengembangkan usaha berarti Anda harus berani menghadapi dan mengambil risiko yang lebih besar, tentu saja dengan penuh perhitungan. Karnea yakinlah bahwa risiko besar biasanya sepadan dengan kesuksesan yang akan Anda raih di masa depan.

 

8. Terbatasnya Pengetahuan Dunia Wirausaha

Komunitas wirausaha
Komunitas wirausaha

Banyak orang yang gagal dalam berbisnis karena kurangnya factor pengetahuan dan informasi. Tetapi hal ini bisa Anda antisipasi dengan cara bergabung dengan komunitas dan grup wirausaha, menemukan dan berguru pada mentor yang tepat, hingga mengikuti kelas, workshop, atau seminar online kewirausahaanDari beragam hal diataslah maka Anda bisa menambah pengetahuan seputar dunia wirausaha, berbagi pengalaman kegagalan dan kesuksesan dalam usaha, serta memperluas networking bussiness. 

 

✅ RECOMMENDED:  Rekor OpenSea, 1 Juta Transaksi NFT

9. Sulit Memenuhi Permintaan Pasar

Ada kalanya sebuah usaha akan sampai pada fase dimana Anda sulit memenuhi permintaan pasar. Hal ini merupakan satu hal yang wajib diwaspadai. Faktanya hal inilah yang bisa menjadi penyebab kegagalan usaha Anda.

Anda bisa mencoba mendengarkan kebutuhan konsumen, lalu berusahalah untuk memenuhi permintaan mereka,serta berikan pelayanan yang baik dan prima.

Karena sejatinya bisnis tidak akan berjalan tanpa kehadiran konsumen. Pelayanan terbaik adalah kunci agar pelanggan datang kembali, karena Anda bisa menyediakan apa yang mereka butuhkan.

 

10. Manajemen Keuangan yang Buruk

Berbisnis tentu erat sekali kaitannya dengan perhitungan modal dan catatan keuangan. Yang perlu di garis bawahi adalah mengelola keuangan tidak bisa hanya mengandalkan ingatan saja. Anda harus mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran dalam usaha Anda. Sebaiknya pencatatan keuangan ini di jadikan sebagai rutinitas penting agar Anda tahu apakah usaha ini menghasilkan keuntungan atau kerugian.

Pisahkan juga keuangan pribadi dan uang bisnis, karena ini adalah kunci utama mengelola keuangan bisnis kecil. Perbaiki juga manajemen keuangan satu per satu untuk memperkecil kegagalan dan kebocoran keuangan usaha. Kebocoran usaha ini contohnya, Anda dengan bebas mengambil dan memakai yang hasil penjualan yang seharusnya di putar lagi sebagai modal berikutnya.

 

11. Pemasaran yang Jalan di Tempat

Banyak hal yang harus Anda lakukan saat memulai usaha. Salah satunya adalah Anda perlu menetapkan target pemasaran yang spesifik untuk periode waktu tertentu. Hal ini sangat penting untuk Anda bisa mengukur sejauh mana keberhasilan strategi pemasaran yang Anda terapkan. Selain itu, lakukan juga analisis dan evaluasi pemasaran yang telah dijalani sebelum Anda menyusun strategi pemasaran baru.

 

Baca juga : Panduan Pemula Bagaimana Memulai Invetasi Saham

 

12. Lokasi Kurang Strategis

Bagi Anda yang memilih membangun usaha secara offline (ada tempat usaha fisik). Penetuan lokasi usaha menjadi salah satu kunci keberhasilan usaha Anda. Tempat yang kurang strategis dan sepi, akan membuat konsumen enggan datang, atau malah tidak tahu bahwa di lokasi itu ada bisnis Anda! Perlu juga untul dipertimbangkan merelokasi tempat usaha ketika waktunya tepat, seperti saat bisnis Anda mulai berkembang.

 

13. Minimnya Pengawasan dan Pemeliharaan Aset Bisnis

Penyebab kegagalan berwirausaha selanjutnya yang sering diabaikan adalah pengawasan dan pemeliharaan aset-aset bisnis. Seberapa pun besarnya usaha Anda, aset-aset bisnis memiliki peran penting dalam proses kelansungan bisnis Anda. Mulai dari hp, laptop, peralatan masak, peralatan caffe, sampai kendaraan bermotor.

✅ RECOMMENDED:  Time Horizon, Pahami untuk Investor Pemula

Ketika Anda lalai dalam memperhatikan aset bisnis Anda, ternyata bisa berdampak buruk. Contoh, saat laptop mendadak rusak, atau HP CS hilang : maka semua data klien tidak bisa diakses dan hilang. Anda harus mengeluarkan biaya ekstra untuk perbaikan atau membeli aset yang baru. Sangat disyangkan sekali.

 

14. Susah Melewati Fase Masa Transisi Kewirausahaan

Membuat Perencanaan Bisnis
Membuat Perencanaan Bisnis

Saat Anda memutuskan untuk memulai wirausaha dari nol, masa transisi akan menjadi fase yang sangat menantang. Dimana Anda masih harus membiasakan diri dan mengatur ulang semua hal satu per satu dan melewati hari-hari sebagai wirausahawan.

Pastinya akan ada masa-masa sulit yang membuat Anda hampir menyerah. Tetapi, jadikanlah hal itu sebagai tantangan yang harus dihadapi sampai Anda bisa berdiri sendiri dan usaha Anda berkembang lebih jauh.

 

15. Kurang Gigih dalam Berwirausaha

Kurang gigih dan tekun dalam berwirausaha, Tampaknya ini hal yang sepele, padahal kedua factor inilah yang bisa bikin bisnis Anda gagal. Ada orang yang menjalankan usaha setengah hati dan ogah-ogahan. Ini terlihat dari perilakunya dalam menjalankan usaha, seperti sering libur, melayani pelanggan asal-asalan, hingga lalai akan kualitas produk maupun layanan.

Sekali ia gagal, maka ia akan merasa tidak mampu berbisnis dan langsung meninggalkan bisnisnya begitu saja. Padahal saat memulai bisnis, tidak sedikit modal yang harus dikeluarkan.  Maka tidak heran jika sikap tidak tekun dan gigih ini menjadi penyebab kegagalan usaha yang cukup sering dijumpai.

 

16. Salah Pilih Mentor atau Tidak Mau Belajar pada Orang Lain

Dalam berwirausaha, Anda memerlukan role model dan juga perlu untuk belajar dari orang lain. Hal ini nampaknya sepele, tetapi menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang wirausahawan. Anda bisa menimba banyak ilmu dari sharing pengalaman dengan sesama pengusaha yang sudah banyak makan asam garam di dunia usaha. Atau Anda juga bisa memilih mentor yang tepat serta punya visi dan misi serupa untuk mendorong Anda dan mempercepat pengembangkan usaha.

 

Baca juga : 3 Aplikasi Simulasi Trading Saham Terbaik Anti Rugi

Tinggalkan Balasan